Pingin Bebas

Bismillahirahmanirahim.

Sukar dan susah untuk menerima bilamana fantasi yang berlegar di jejak diri, menemui titik noktah realitinya. Sungguh, memakan masa jua untuk menerima sebuah kenyataan. Takdir hidup, garisannya kadang-kadang jauh dari sangka minda. Sang dhaif ini, begitu kerdil sekali. Matanya hanya bisa menafsir nikmat itu hanya bila dikurnia rasa bahagia. Sedang derita itu disangka sebaliknya. Hakikatnya, semua adalah kebaikan di sisi Maha Pencipta.

Sang dhaif ini terlalu manja, atau lebih tepat, sengaja memanjakan dirinya. Dia tidak ingin dan tidak mahu melepaskan dirinya dari merasa erti perit dan sakit. Dia buta mengenal  kehidupan. Justeru itu, dia terlalu jauh untuk menafsir erti sebenar sebuah realiti.

Waktu berganjak. Sedang dia mula melangkah dan menapak, terus mara. Dia membina cita dan dia tahu, untuk mengapai citanya ada sakit yang perlu dia rasa.

Pengalaman semalam, tinggal luka. Namun dia reda. Si dhaif tahu, ada rintisan hikmah yang tak terjangkau menantinya. Biarlah debu-debu semalam ditiup angin, biarlah semuanya berlalu pergi.

Mengikat, hanya membuat dirinya terikat. Memiliki, hanya membuatkan dia dimiliki. Dia tidak ingin terikat dan dimiliki oleh pengalaman lalu.

Si dhaif ini pingin bebas dari kebelenguan semalam! Dia pingin bebas!

Advertisements

About tintaperjuangan

seorang yang suka memerhati.
This entry was posted in -tinta sanubari-. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s