Sehalus Rotan Setajam Diam

Sehalus Rotan Setajam Diam

Dahulu, sewaktu saya masih kecil, seandainya saya melakukan kesalahan dengan sengaja atau terlampau nakal, abah akan marahkan saya dan menghukum saya dengan  rotan. Pukulan rotan yang dikenakan berdasarkan tahap kesalahan yang saya lakukan.

Ketika dirotan, saya akan berlagak dan sedaya upaya menyembunyikan kesakitan  pukulan rotan yang memedihkan. Sengaja saya berbuat begitu untuk menunjukkan kepada adik-adik saya, betapa beraninya kakak mereka.

Selepas itu, saya akan bersembunyi dalam bilik dan menangis senyap-senyap, sambil mengumpat abah di dalam hati. Namun, tidak lama kemudian, saya dan abah akan berdamai, kembali bergurau senda dan bergelak ketawa.

Namun, sejak saya meningkat dewasa, seandainya saya menimbulkan kemarahan abah, atau melakukan sesuatu kesalahan dengan sengaja, abah sudah tidak menghukum saya dengan rotan, sebaliknya dia hanya mendiamkan dirinya, tanpa bercakap sepatah apa pun dengan saya.

Ternyata, diam abah itu lebih menyakitkan saya  lebih dari pukulan sehalus rotan.

Rotan yang halus amat menyakitkan, namun diam itu lebih tajam sakitnya. Pedih!

<mo0d:sad>
Hidayatun Mardiah,
21 November 2011
Machang, Kelantan.

Advertisements

About tintaperjuangan

seorang yang suka memerhati.
This entry was posted in -tinta sanubari-. Bookmark the permalink.

4 Responses to Sehalus Rotan Setajam Diam

  1. nae al mihadi says:

    wahai Mardiah, diam itu adalah tarbiyah terakhir buatmu. anaknya sudah dewasa dan sudah cukup mengerti tentang kehidupan. apa guna lagi merotan, bukan?

    Mardiah, gunakan sayang yang dicurahkan orang sekelilingmu dengan baik. 🙂

  2. asyraf salleh says:

    perkongsian yg hebat..
    begitulah tahap2 didikan yg diberi oleh ibu bapa demi melihat anak2 mereka brjaya dunia akhirat..
    ana suka ayat ni
    “Rotan yang halus amat menyakitkan, namun diam itu lebih tajam sakitnya. Pedih!”
    teruskan berkarya!!

  3. untuk mengelakkan rotan yang lebih panjang dan lebih tajam sakitnya, banyakkan2 berfikir sebelum melakukan sesuatu.anda mampu mengubahnya.salam penuh ingatan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s